Batman Begins - Help Select Selamat Datang di Blog ini !

Selasa, 16 Desember 2014

nama9ujnt7vbim.86, vjr56
Biodata
Nama : Fadil Al Madjid
Kelas : IX.4
Sekolah : SMPN 01 Mandau
Tmpt/tggl lahir : Pekanbaru , 23 Agustus 1999
No HP : 081234567890
Alamat : Jl . Sultan Syarif Kasim 
Agama : Islam
Idola : Fadhlan Al Anshar

Puisi : Pancaran Hidup

Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat kerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri
Diposkan oleh : Fadhil Al Madjid

Puisi : Pohon

Pohon
Pohon ..
Engkaulah tempatku berteduh
Menghirup Udara Segar
Engkau kehidupan manusia
Tetapi Engkau kini
Telah menghilang
Hilang ditangan
Orang yang tidak Bertanggung jawab ...
Diposkan oleh : Fadhil Al Madjid

Selasa, 09 Desember 2014

Biodata

Nama                  : Harith Maulana
Tmpt/Tggl Lahir : Duri , 28 Mei 2001
Agama                : Islam
Alamat               : Jl. Teratai No. 14 Km. 125 Thp III
Kelas                  : IX.4
Sekolah              : SMP NEGERI 01 MANDAU
No HP                : -
E-mail                : harithmaulana49@gmail.com
Idola                   : Synyster "The Gates"

Bangun Ayah , Jangan Tinggalkan Aku

Bangun Ayah , Jangan Tinggalkan Aku 
  
  Saat itu langit tampak mendung , aku masih di kampus untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen namun saat aku mengerjakan tugas aku merasa tidak tenang , fikiranku terbayang pada sosok ayah yang sedang sakit di rumah , setelah tugas selesai aku bergegas untuk pulang namun saat di perjalanan pulang hujan begitu deras , hatiku semakin tak tenang , aku semakin khawatir , firasatku tertuju pada ayah . 

   Sejak dalam perjalanan pulang aku merasa gelisah , tiba tiba handphoneku berdering , ternyata kakak menelphoneku dan aku pun mengangkat telphone dari kakakku , dengan nada sedih dan menangis kakak bertanya kepadaku 
"kamu dimana de , cepetan kamu pulang "
"aku lagi di jalan kak , memang ada apa kak , apa yang terjadi kak ?" kakak menjawab sambil menangis 
"pokoknya kamu cepetan pulang sekarang'
"iya kak , sekarang aku dalam perjalanan "
"ya sudah kamu cepetan pulangnya "
Dan telepon pun aku matikan

    Dalam perjalanan kekhawatiranku pada ayah semakin besar , dalam hatiku bertanya tanya "ada apa dengan ayah , ya Tuhan , hatiku tidak tenang ".

   Setelah aku sampai di pertigaan jalan, aku berjalan menuju rumah, dari kejauhan aku melihat bendara kuning depan rumahku dan banyak orang-orang yang datang ke rumahku. aku semakin khawatir, apakah benar firasatku ini, aku langsung berlari menuju rumah.

   Pada saat sampai di rumah, seketika aku terdiam dengan melihat ibuku menangis, kakak menangis dan semua keluargaku menangis, dan tak terasa air mataku mengalir di pipiku melihat sosok tubuh terbaring dengan wajah yang sangat pucat, lalu aku menghampiri tubuh yang tak berdaya itu sambil menangis dan aku berkata “ayah, bangun, ayah bangun, jangan tinggalin aku ayah, aku masih butuh kasih sayangmu dan selalu membutuhkan kasih sayangmu, ku mohon jangan tingalkan aku
  
Saat itu aku menangis sejadi-jadinya dan masih belum meyakini bahwa ayah telah tiada, dalam benakku mungkin ayah hanya tidur sebentar lalu ayah akan bangun kembali dan Aku pun menunggu di samping jasad ayah, aku masih berharap bahwa ayah akan bangun lagi, lalu ibu menghampiriku dengan memelukku dan berkata “sudah nak, kamu tak perlu menunggu ayah bangun, ayah sudah tiada dan tidak akan bangun lagi” namun aku mengelak karena aku masih belum percaya bahwa ayah telah tiada, dan aku pun menjawab “tidak ibu, ayah hanya tidur sebentar nanti juga bangun lagi”, dengan air mata yang tak pernah berhenti aku masih belum menerima dengan kenyataan ini.

Keesokan harinya, saat pemakaman ayah aku masih belum percaya bahwa ayah telah kembali ke sisi Tuhan, aku pun menangis kembali saat mengiringi ayah menuju ke pemakaman, rasanya ini tak mungkin terjadi namun inilah kenyataan yang harus ku hadapi. Dalam hati kecilku bertanya-tanya “Tuhan benarkah engkau telah mengambil ayahku dan mengapa engkau mengambil ayahku, mengapa engkau tidak mengambil nyawaku saja tuhan”.

Setelah pemakaman ayah selesai, saat itu aku masih berada di pemakaman ayah dan aku berdoa “ya allah, ku mohon berikanlah tempat terindah untuk ayahku, ampuni segala dosa ayahku dan sayangi ayah”.

Diposkan Oleh : Harith Maulana

Surat Hitam Tanpa Arti

Surat Hitam Tanpa Arti 
   Semua pandangan tertuju pada spidol yang berdecit - decit. Namun , tampaknya Vio sangat gelisah. Surat hitam baru saja jatuh diatas mejanya. Ia pun dengan curiga melirik kanan , kiri dan belakang
 " Tidak ada wajah yang patut dicurigai " Gumamnya lirih . Kemudian pandangannya kembali pada spidol dengan raut wajahnya yang masih penasaran dengan surat hitam itu . Entah dari mana asal , untuk siapa , dan siapa pengirimnya . Tidak begitu jelas

   Surat?Surat siapa? "Tanyanya dalam hati . Ia tidak berani menyentuh surat itu . Ia hanya menatap dengan penuh kecurigaan . Jantungnya mulai berdebar , keringatnya mengalir , gelisah . 

   Ketika bel berbunyi , secepat kilat ia mengemas buku - bukunya kedalam tas dan membiarkan surat itu di atas meja . 

   Sesampai dirumah , pikirannya masih dihantui surat hitam itu . Sepertinya ia tampak menyesal
"Bodoh!Seharusnya ku ambil saja surat tadi. Hem , dasar bodoh ! pekiknya
"Bodoh ? Eh ,Butet , siapa yang bodoh ? "
"Anu , Mak ... " ia terlihat gagap ketika ibunya membesar 2X lipat dari matanya . Ia diam dan tertunduk 
"Brakkk ," ia menendang pintu sekuat tenaga lalu pergi begitu saja dan kembali ke sekolah.
Ditatapnya surat hitam yang masih tergeletak dimejanya
"Surat siapa , sih ? Perlahan - lahan dibukanya surat hitam itu , tangannya bergetar hebat
“Hati?Cuma Hati?Alamak!Kalau tahu gitu,mending tak usah ku buka deh!”ujarnya sambil meremas surat itu. Ia pun kembali ke rumahnya dengan perasaan kecewa. Ternyata isi surat itu hanya terdiri dari 4 huruf, yaitu; H, A, T, dan I. HATI!

    Keesokannya, ia mendapat surat hitam yang sama. Dengan santai ia pun membukanya. Isinya masih sama, HATI. Keesokannya lagi, masih sama dan kembali diremas. Sampai akhirnya ia bosan dan melemparkan surat itu ke luar jendela. Upss! Tepatnya mengenai Tio, bekas pacarnya dua tahun yang lalu. Tapi aneh, dari kejauhan Rio terlihat geli ketika melihat surat hitam yang sudah diremas itu. Sedangkan dirinya masih bingung dengan arti surat hitam itu. Akhirnya ia menceritakan surat hitam itu kepada Rena.

    “Oh, gitu! Emangnya sudah berapa kali kau menyakiti perasaan cowok?” tanya Rena.
Ia terbelalak dan merasa bahwa respon sahabatnya itu tidak nyambung dengan apa yang ia ceritakan.
“Ah, kau memang tak nyambung! Apa hubungannya coba surat hitam sama cowok?”
“Kau dengar dulu aku! Jadi tuh, aku pernah dengar, kalau hitam itu identik dengan cowok. Nah, kalau tulisan hati sih, mungkin si cowok itu pernah sakit hati kau buat. Hati-hati! Tulah kau, makanya jadi cewek itu jangan playgirl!” jelas Rena sok tahu.
“Alah, kau ini bisa saja. Aku ini kan Joset, jomblo setia. Aku mana pernah punya pacar.” Ujarnya sambil menjulurkan lidah. Ia seakan-seakan tidak mengakui adanya Tio di dua tahun lalu.
“Ah, terserah kau lah!” pekik Rena.
Ia hanya tertunduk bingung dengan arti surat hitam itu. Namun ia menduga bahwa surat itu ada kaitannya dengan Tio.
“Ha-ha-ha!” Rena tertawa geli melihat raut wajahnya.
“Kenapa kau?” tanyanya bingung.
"Sudah lah, itu hanya surat hitam tanpa arti , Ha - Ha - Ha , surat itu dari aku . Piss ! makanya jadi cewek jangan playgirl " !
Mulutnya menganga lebar tidak percaya
"Ah , dasar kau " !

Diposkan Oleh : Harith Maulana