TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Selasa, 16 Desember 2014
Puisi : Pancaran Hidup
Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat kerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-teguh semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rezeki
Ia tinggal bermalas diri
Diposkan oleh : Fadhil Al Madjid
Puisi : Pohon
Pohon
Pohon ..
Engkaulah tempatku berteduh
Menghirup Udara Segar
Engkau kehidupan manusia
Tetapi Engkau kini
Telah menghilang
Hilang ditangan
Orang yang tidak Bertanggung jawab ...
Orang yang tidak Bertanggung jawab ...
Diposkan oleh : Fadhil Al Madjid
Selasa, 09 Desember 2014
Bangun Ayah , Jangan Tinggalkan Aku
Bangun Ayah , Jangan Tinggalkan Aku
Saat itu langit tampak mendung , aku masih di kampus untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen namun saat aku mengerjakan tugas aku merasa tidak tenang , fikiranku terbayang pada sosok ayah yang sedang sakit di rumah , setelah tugas selesai aku bergegas untuk pulang namun saat di perjalanan pulang hujan begitu deras , hatiku semakin tak tenang , aku semakin khawatir , firasatku tertuju pada ayah .
Sejak dalam perjalanan pulang aku merasa gelisah , tiba tiba handphoneku berdering , ternyata kakak menelphoneku dan aku pun mengangkat telphone dari kakakku , dengan nada sedih dan menangis kakak bertanya kepadaku
"kamu dimana de , cepetan kamu pulang "
"aku lagi di jalan kak , memang ada apa kak , apa yang terjadi kak ?" kakak menjawab sambil menangis
"pokoknya kamu cepetan pulang sekarang'
"iya kak , sekarang aku dalam perjalanan "
"ya sudah kamu cepetan pulangnya "
Dan telepon pun aku matikan
Dalam perjalanan kekhawatiranku pada ayah semakin besar , dalam hatiku bertanya tanya "ada apa dengan ayah , ya Tuhan , hatiku tidak tenang ".
Setelah aku sampai di pertigaan jalan, aku berjalan menuju rumah, dari
kejauhan aku melihat bendara kuning depan rumahku dan banyak orang-orang
yang datang ke rumahku. aku semakin khawatir, apakah benar firasatku
ini, aku langsung berlari menuju rumah.
Pada saat sampai di rumah, seketika aku terdiam dengan melihat ibuku
menangis, kakak menangis dan semua keluargaku menangis, dan tak terasa
air mataku mengalir di pipiku melihat sosok tubuh terbaring dengan wajah
yang sangat pucat, lalu aku menghampiri tubuh yang tak berdaya itu
sambil menangis dan aku berkata “ayah, bangun, ayah bangun, jangan
tinggalin aku ayah, aku masih butuh kasih sayangmu dan selalu
membutuhkan kasih sayangmu, ku mohon jangan tingalkan aku
Keesokan harinya, saat pemakaman ayah aku masih belum percaya bahwa ayah telah kembali ke sisi Tuhan, aku pun menangis kembali saat mengiringi ayah menuju ke pemakaman, rasanya ini tak mungkin terjadi namun inilah kenyataan yang harus ku hadapi. Dalam hati kecilku bertanya-tanya “Tuhan benarkah engkau telah mengambil ayahku dan mengapa engkau mengambil ayahku, mengapa engkau tidak mengambil nyawaku saja tuhan”.
Setelah pemakaman ayah selesai, saat itu aku masih berada di pemakaman ayah dan aku berdoa “ya allah, ku mohon berikanlah tempat terindah untuk ayahku, ampuni segala dosa ayahku dan sayangi ayah”.
Diposkan Oleh : Harith Maulana
Surat Hitam Tanpa Arti
Surat Hitam Tanpa Arti
Semua pandangan tertuju pada spidol yang berdecit - decit. Namun , tampaknya Vio sangat gelisah. Surat hitam baru saja jatuh diatas mejanya. Ia pun dengan curiga melirik kanan , kiri dan belakang
" Tidak ada wajah yang patut dicurigai " Gumamnya lirih . Kemudian pandangannya kembali pada spidol dengan raut wajahnya yang masih penasaran dengan surat hitam itu . Entah dari mana asal , untuk siapa , dan siapa pengirimnya . Tidak begitu jelas
Surat?Surat siapa? "Tanyanya dalam hati . Ia tidak berani menyentuh surat itu . Ia hanya menatap dengan penuh kecurigaan . Jantungnya mulai berdebar , keringatnya mengalir , gelisah .
Ketika bel berbunyi , secepat kilat ia mengemas buku - bukunya kedalam tas dan membiarkan surat itu di atas meja .
Sesampai dirumah , pikirannya masih dihantui surat hitam itu . Sepertinya ia tampak menyesal
"Bodoh!Seharusnya ku ambil saja surat tadi. Hem , dasar bodoh ! pekiknya
"Bodoh ? Eh ,Butet , siapa yang bodoh ? "
"Anu , Mak ... " ia terlihat gagap ketika ibunya membesar 2X lipat dari matanya . Ia diam dan tertunduk
"Brakkk ," ia menendang pintu sekuat tenaga lalu pergi begitu saja dan kembali ke sekolah.
Ditatapnya surat hitam yang masih tergeletak dimejanya
"Surat siapa , sih ? Perlahan - lahan dibukanya surat hitam itu , tangannya bergetar hebat
“Hati?Cuma Hati?Alamak!Kalau tahu gitu,mending tak usah ku buka
deh!”ujarnya sambil meremas surat itu. Ia pun kembali ke rumahnya
dengan perasaan kecewa. Ternyata isi surat itu hanya terdiri dari 4
huruf, yaitu; H, A, T, dan I. HATI!
Keesokannya, ia mendapat surat hitam yang sama. Dengan santai ia pun
membukanya. Isinya masih sama, HATI. Keesokannya lagi, masih sama dan
kembali diremas. Sampai akhirnya ia bosan dan melemparkan surat itu ke
luar jendela. Upss! Tepatnya mengenai Tio, bekas pacarnya dua tahun yang
lalu. Tapi aneh, dari kejauhan Rio terlihat geli ketika melihat surat
hitam yang sudah diremas itu. Sedangkan dirinya masih bingung dengan
arti surat hitam itu. Akhirnya ia menceritakan surat hitam itu kepada
Rena.
“Oh, gitu! Emangnya sudah berapa kali kau menyakiti perasaan cowok?” tanya Rena.
Ia terbelalak dan merasa bahwa respon sahabatnya itu tidak nyambung dengan apa yang ia ceritakan.
“Ah, kau memang tak nyambung! Apa hubungannya coba surat hitam sama cowok?”
“Kau dengar dulu aku! Jadi tuh, aku pernah dengar, kalau hitam itu identik dengan cowok. Nah, kalau tulisan hati sih, mungkin si cowok itu pernah sakit hati kau buat. Hati-hati! Tulah kau, makanya jadi cewek itu jangan playgirl!” jelas Rena sok tahu.
“Alah, kau ini bisa saja. Aku ini kan Joset, jomblo setia. Aku mana pernah punya pacar.” Ujarnya sambil menjulurkan lidah. Ia seakan-seakan tidak mengakui adanya Tio di dua tahun lalu.
“Ah, terserah kau lah!” pekik Rena.
Ia hanya tertunduk bingung dengan arti surat hitam itu. Namun ia menduga bahwa surat itu ada kaitannya dengan Tio.
“Ha-ha-ha!” Rena tertawa geli melihat raut wajahnya.
“Kenapa kau?” tanyanya bingung.
Ia terbelalak dan merasa bahwa respon sahabatnya itu tidak nyambung dengan apa yang ia ceritakan.
“Ah, kau memang tak nyambung! Apa hubungannya coba surat hitam sama cowok?”
“Kau dengar dulu aku! Jadi tuh, aku pernah dengar, kalau hitam itu identik dengan cowok. Nah, kalau tulisan hati sih, mungkin si cowok itu pernah sakit hati kau buat. Hati-hati! Tulah kau, makanya jadi cewek itu jangan playgirl!” jelas Rena sok tahu.
“Alah, kau ini bisa saja. Aku ini kan Joset, jomblo setia. Aku mana pernah punya pacar.” Ujarnya sambil menjulurkan lidah. Ia seakan-seakan tidak mengakui adanya Tio di dua tahun lalu.
“Ah, terserah kau lah!” pekik Rena.
Ia hanya tertunduk bingung dengan arti surat hitam itu. Namun ia menduga bahwa surat itu ada kaitannya dengan Tio.
“Ha-ha-ha!” Rena tertawa geli melihat raut wajahnya.
“Kenapa kau?” tanyanya bingung.
"Sudah lah, itu hanya surat hitam tanpa arti , Ha - Ha - Ha , surat itu dari aku . Piss ! makanya jadi cewek jangan playgirl " !
Mulutnya menganga lebar tidak percaya
"Ah , dasar kau " !
Diposkan Oleh : Harith Maulana
Langganan:
Postingan (Atom)