Batman Begins - Help Select Selamat Datang di Blog ini !

Selasa, 09 Desember 2014

Surat Hitam Tanpa Arti

Surat Hitam Tanpa Arti 
   Semua pandangan tertuju pada spidol yang berdecit - decit. Namun , tampaknya Vio sangat gelisah. Surat hitam baru saja jatuh diatas mejanya. Ia pun dengan curiga melirik kanan , kiri dan belakang
 " Tidak ada wajah yang patut dicurigai " Gumamnya lirih . Kemudian pandangannya kembali pada spidol dengan raut wajahnya yang masih penasaran dengan surat hitam itu . Entah dari mana asal , untuk siapa , dan siapa pengirimnya . Tidak begitu jelas

   Surat?Surat siapa? "Tanyanya dalam hati . Ia tidak berani menyentuh surat itu . Ia hanya menatap dengan penuh kecurigaan . Jantungnya mulai berdebar , keringatnya mengalir , gelisah . 

   Ketika bel berbunyi , secepat kilat ia mengemas buku - bukunya kedalam tas dan membiarkan surat itu di atas meja . 

   Sesampai dirumah , pikirannya masih dihantui surat hitam itu . Sepertinya ia tampak menyesal
"Bodoh!Seharusnya ku ambil saja surat tadi. Hem , dasar bodoh ! pekiknya
"Bodoh ? Eh ,Butet , siapa yang bodoh ? "
"Anu , Mak ... " ia terlihat gagap ketika ibunya membesar 2X lipat dari matanya . Ia diam dan tertunduk 
"Brakkk ," ia menendang pintu sekuat tenaga lalu pergi begitu saja dan kembali ke sekolah.
Ditatapnya surat hitam yang masih tergeletak dimejanya
"Surat siapa , sih ? Perlahan - lahan dibukanya surat hitam itu , tangannya bergetar hebat
“Hati?Cuma Hati?Alamak!Kalau tahu gitu,mending tak usah ku buka deh!”ujarnya sambil meremas surat itu. Ia pun kembali ke rumahnya dengan perasaan kecewa. Ternyata isi surat itu hanya terdiri dari 4 huruf, yaitu; H, A, T, dan I. HATI!

    Keesokannya, ia mendapat surat hitam yang sama. Dengan santai ia pun membukanya. Isinya masih sama, HATI. Keesokannya lagi, masih sama dan kembali diremas. Sampai akhirnya ia bosan dan melemparkan surat itu ke luar jendela. Upss! Tepatnya mengenai Tio, bekas pacarnya dua tahun yang lalu. Tapi aneh, dari kejauhan Rio terlihat geli ketika melihat surat hitam yang sudah diremas itu. Sedangkan dirinya masih bingung dengan arti surat hitam itu. Akhirnya ia menceritakan surat hitam itu kepada Rena.

    “Oh, gitu! Emangnya sudah berapa kali kau menyakiti perasaan cowok?” tanya Rena.
Ia terbelalak dan merasa bahwa respon sahabatnya itu tidak nyambung dengan apa yang ia ceritakan.
“Ah, kau memang tak nyambung! Apa hubungannya coba surat hitam sama cowok?”
“Kau dengar dulu aku! Jadi tuh, aku pernah dengar, kalau hitam itu identik dengan cowok. Nah, kalau tulisan hati sih, mungkin si cowok itu pernah sakit hati kau buat. Hati-hati! Tulah kau, makanya jadi cewek itu jangan playgirl!” jelas Rena sok tahu.
“Alah, kau ini bisa saja. Aku ini kan Joset, jomblo setia. Aku mana pernah punya pacar.” Ujarnya sambil menjulurkan lidah. Ia seakan-seakan tidak mengakui adanya Tio di dua tahun lalu.
“Ah, terserah kau lah!” pekik Rena.
Ia hanya tertunduk bingung dengan arti surat hitam itu. Namun ia menduga bahwa surat itu ada kaitannya dengan Tio.
“Ha-ha-ha!” Rena tertawa geli melihat raut wajahnya.
“Kenapa kau?” tanyanya bingung.
"Sudah lah, itu hanya surat hitam tanpa arti , Ha - Ha - Ha , surat itu dari aku . Piss ! makanya jadi cewek jangan playgirl " !
Mulutnya menganga lebar tidak percaya
"Ah , dasar kau " !

Diposkan Oleh : Harith Maulana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar